Membangun masa depan yang sejahtera bagi Seram Bagian Timur memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakatnya. Berakar pada filosofi "Ita Wotu Nusa" (Mari Membangun Negeri Kita), Sercova berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan bersifat inklusif, adil, dan transformatif.
Pada tanggal 25 dan 26 November 2025, Sercova mengambil langkah nyata menuju visi tersebut dengan mengadakan pelatihan/lokakarya Kesetaraan Gender di Negeri Belis dan Negeri Waru. Sesi-sesi ini bertujuan untuk melangkah lebih jauh dari sekadar kehadiran fisik, yakni dengan memberdayakan perempuan dan kelompok marginal untuk menjadi pengambil keputusan aktif di komunitas mereka sendiri.
Langkah pertama menuju perubahan adalah kesadaran. Selama pelatihan, anggota masyarakat mengeksplorasi poin-poin esensial dari kesetaraan gender.
Sesi tersebut berfokus pada:
Salah satu sorotan utama dari pelatihan ini adalah penguatan kapasitas institusional. Sercova berkolaborasi dengan para raja desa untuk memperkenalkan pengarusutamaan gender, sebuah strategi untuk memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi unik dari laki-laki maupun perempuan diintegrasikan ke dalam setiap tahapan pembangunan.
Dengan menempatkan kesetaraan di jantung kebijakan desa, para raja kini lebih siap untuk memastikan bahwa perencanaan dan penganggaran desa mencerminkan setiap suara. Pendekatan ini menjamin bahwa kebijakan tidak hanya inklusif, tetapi juga melayani seluruh masyarakat secara efektif.
Misi ini dapat tercapai melalui sinergi yang kuat dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten SBT, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Program ini menghadirkan presentasi dari Kepala Bidang PPPA serta Focus Group Discussion (FGD) interaktif yang memungkinkan peserta menyuarakan tantangan lokal dan merancang solusi berbasis masyarakat.
Energi yang terpancar selama dua hari di Belis dan Waru menjadi bukti nyata dari masa depan Seram Bagian Timur yang cerah dan inklusif. Seiring langkah Sercova melanjutkan karyanya di 17 desa proyek lainnya, semangat Ita Wotu Nusa tetap menjadi cahaya penuntun utama.
